Aplikasi Buatan Mata-Mata Israel
Beberapa aplikasi populer di Indonesia yang dikembangkan oleh alumni unit intelijen militer Israel seperti Unit 8200 atau Mamram, dan dianggap sebagai aplikasi buatan mata-mata Israel, antara lain:
1. Waze: Aplikasi peta dan navigasi digital yang didirikan oleh mantan engineer Unit 8200.
2. Moovit: Aplikasi pemetaan transportasi umum yang dibangun oleh mantan anggota unit siber Mamram.
3. Supersonic: CEO-nya memimpin operasional untuk Angkatan Darat Israel.
4. ZipoApps: Didirikan oleh mantan agen intelijen Unit 8200.
5. Bazaart: Diciptakan oleh mantan pejabat intelijen IDF.
6. Lightricks: Salah satu pendirinya masih bekerja di Unit 8200.
7. Playtika: Didirikan oleh anak mantan kepala staf IDF.
8. Crazy Labs: Semua pendiri masih bekerja di IDF.
9. CallApp: Pendiri pernah bekerja 3 tahun di Unit 8200.
10. Gett: Diciptakan oleh mantan pejabat Unit 8200.
Selain aplikasi sehari-hari seperti Waze dan Moovit, aplikasi ini meliputi berbagai kategori seperti editor foto, game, dan aplikasi pemfilter panggilan. Beberapa aplikasi ini mendapat kritik karena diduga memiliki praktik pengumpulan data pribadi yang agresif dan pelacakan pengguna. Meski begitu, aplikasi tersebut tetap banyak digunakan di Indonesia karena fungsinya yang membantu aktivitas sehari-hari dan dukungan iklan besar dari platform seperti Google dan Facebook.
Selain aplikasi-aplikasi ini, juga terdapat spyware canggih seperti Pegasus, yang merupakan perangkat lunak mata-mata buatan perusahaan Israel NSO Group, dan dilaporkan sudah masuk ke Indonesia dengan potensi risiko pengawasan diam-diam.
Daftar ini menunjukkan bahwa sejumlah aplikasi yang tampak biasa digunakan sesungguhnya terkait dengan perusahaan atau figur-figur dari militer intelijen Israel. Pengguna disarankan selalu jeli memeriksa kebijakan privasi aplikasi dan pengembang aplikasinya untuk menjaga keamanan data pribadi.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda