Kondisi kota Padang saat ini pasca bencana dan Sumatera Barat pada umumnya.
Kota Padang dan Sumatera Barat secara umum masih dalam kondisi darurat bencana banjir bandang, longsor, dan hujan lebat berkelanjutan per 28 November 2025, dengan korban tewas mencapai 23 orang, 12 hilang, serta 69.239 warga mengungsi di 14 kabupaten/kota. Status tanggap darurat diperpanjang 14 hari sejak 25 November untuk percepatan evakuasi, pemulihan infrastruktur, dan distribusi logistik, meski tantangan akses jalan dan komunikasi menghambat upaya.
Dampak di Kota Padang
BPBD Padang mencatat lebih dari 27 ribu warga terdampak, terutama di lima kecamatan parah: Nanggalo, Pauh, Kuranji, Padang Utara, dan Koto Tangah, dengan banjir di 14 titik, longsor di 6-7 titik, serta pohon tumbang di 13-20 titik. Kerusakan meliputi 12 rumah rusak berat, 86 rusak sedang, 90 ringan, 5 jembatan rusak berat, 3 SD rusak berat, dan gangguan PDAM; warga dievakuasi sementara saat banjir surut, dengan posko bantuan aktif di setiap kelurahan. Banjir bersifat berkelanjutan akibat hujan intensitas sedang-lebat, berbeda dari kejadian sporadis sebelumnya.
Kondisi Sumatera Barat Umumnya
Bencana menewaskan 6 orang di Padang, 10 di Agam, 5 di Padang Panjang, serta 1 masing-masing di Pasaman Barat dan Padang Pariaman, dengan 20 dari 23 jenazah teridentifikasi. Sebanyak 3.900 KK terdampak, infrastruktur seperti jembatan roboh di Padang Pariaman, jalan putus di Lembah Anai, serta sekolah dan masjid rusak di 13 wilayah; BNPB, TNI, Polri, dan SAR intensif evakuasi dan bantuan darurat. Hujan diprediksi berlanjut, warga diimbau evakuasi mandiri ke posko aman.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda