Modifikasi Cuaca
Modifikasi cuaca adalah upaya manusia untuk memengaruhi kondisi atmosfer secara sengaja, terutama melalui penyemaian awan guna mengubah curah hujan. Teknik ini sering digunakan di Indonesia untuk mengatasi kekeringan, kebakaran hutan, atau banjir.
Pengertian dan Tujuan
Modifikasi cuaca melibatkan penyebaran bahan kimia seperti garam (NaCl) atau perak iodida ke awan menggunakan pesawat, untuk merangsang pembentukan tetesan air hujan. Tujuannya bisa menambah hujan di daerah kering, mengurangi hujan ekstrem di wilayah rawan banjir, atau memecah awan untuk mencegah badai. Di Indonesia, BMKG memimpin operasi ini bekerja sama dengan BNPB, TNI AU, dan KLHK.
Metode Umum
• Cloud Seeding: Menyemai awan dengan bahan higroskopis untuk mempercepat hujan, efektif mitigasi karhutla.
• Cloud Breaking: Mengganggu kondensasi agar awan menipis, berguna kurangi hujan lebat.
Operasi ini memerlukan data cuaca akurat dari radar BMKG untuk target awan tepat.
Contoh di Indonesia
Pada Desember 2024, BMKG sukses kurangi curah hujan ekstrem di Jakarta hingga 67% melalui lima sorti penerbangan, cegah banjir. Teknik serupa juga dipakai atasi karhutla di Kalbar Juli 2025. Manfaatnya termasuk tambah air irigasi, kurangi polusi, dan dukung pertanian.
Tantangan
Efektivitas terbatas saat musim hujan puncak atau fenomena atmosfer kompleks, serta butuh koordinasi lintas lembaga. Regulasi diatur Peraturan BMKG No. 2/2025 untuk tambah/kurangi hujan secara aman.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda